Rabu, 30 Oktober 2019

Cinta sejati ayah




Ini adalah kisah yang  bagus sekali untuk di baca setiap orang..
Happy reading. Siapkan tissu yang banyak, karena saya yakin akan ada banyak air mata yang akan keluar .. Hehe


SEBUAH KISAH TENTANG CINTA SEORANG AYAH

Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk².

Sementara di ruang tamu, ibu sedang ngobrol dgn anak perempuannya.

"Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu.
Aku mendengarkan ibu dengan heran.

"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan.
Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki² tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu.

"Ibu memang sering menelponmu.
Tahukah kau, itu selalu ayahmu yg menyuruh dan mengingatkan.

Mengapa bukan ayahmu sendiri yg menelpon?
Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu, anak kita harus menerima yg terbaik".

"Ketika kamu diwisuda, kami duduk di belakang.
Ketika kau ke panggung dan kuncir di togamu dipindahkan rektor, ayahmu mengajak ibu berdiri agar dapat melihatmu lebih jelas.
"Alangkah cantiknya anak kita ya bu," kata ayahmu sambil menyeka air matanya.

Mendengar cerita ibu di ruang tamu, dadaku sesak, mungkin karena haru atau rasa bersalah.

Jujur saja selama ini kepada ibu aku lebih dekat dan perhatianku lebih besar. Sekarang tergambar kembali kasih sayang ayah kepadaku. Aku teringat ketika naik kelas 2 SMP aku minta dibelikan tas. Ibu bilang ayah belum punya uang.

Tetapi sore itu ayah pulang membawa tas yg kuminta.
Ibu heran. "Tidak jadi ke dokter?" tanya ibu. "Kapan² saja.
Nanti minum jahe hangat, batuk akan hilang sendiri"
Kata ayah.

Rupanya biaya ke dokter, uangnya untuk membeli tasku, membeli kegembiraan hatiku, dengan mengorbankan kesehatannya.

"Dulu setelah prosesi akad nikahmu selesai, ayahmu bergegas masuk kamar.
Kau tahu apa yg dilakukan?" tanya ibu.

Aku menggeleng. "Ayahmu sujud syukur sambil berdoa untukmu.
Air matanya membasahi sajadah.

Dia mohon agar Allah melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu.
Sekiranya kau dilimpahi kenikmatan, dia mohon tidak membuatmu lupa zikir kepada-Nya.

Sekiranya diberi cobaan, mohon cobaan itu adalah cara Tuhan meningkatkan kualitas hidupmu.

Lama sekali dia sujud sambil terisak.
Ibu mengingatkan banyak tamu menunggu.
Dia lalu keluar dengan senyuman tanpa ada bekas air di pelupuk matanya".

Mendengar semua itu, air mataku tak tertahan lagi, tumpah membasahi pipi.

Dari kamar terdengar ayah batuk lagi.
Aku bergegas menemui ayah sambil membersihkan air mata.

"Kau habis menangis?"
Ayah menatapku melihat sisa air di mataku.
"Oh, tidak ayah!" aku tertawa renyah.
Ku pijit betisnya lalu pundaknya.
"Pijitanmu enak sekali seperti ibumu", katanya sambil tersenyum.

Aku tahu, meski sakit, ayah tetap ingin menyenangkan hatiku dengan pujian.

Itulah pertama kali aku memijit ayah.
Aku melihat betapa gembira wajah ayah. Aku terharu.

"Besok suamiku menyusulku, ambil cuti seminggu seperti aku.
Nanti sore ayah kuantar ke dokter", kataku. Ayah menolak. "Ini hanya batuk ringan, nanti akan sembuh sendiri".

"Harus ke dokter, aku pulang memang ingin membawa ayah ke dokter, mohon jangan tolak keinginanku", kataku berbohong.

Ayah terdiam. Sebenarnya aku pulang hanya ingin berlibur, bukan ke dokter.

Tapi aku berbohong agar ayah mau kubawa ke dokter.
Aku bawa ayah ke dokter spesialis.

Ayah protes lagi, dia minta dokter umum yg lebih murah. Aku hanya tersenyum.

Hasil pemeriksaan ayah harus masuk rumah sakit hari itu juga.
Aku bawa ke rumah sakit terbaik di kotaku.

Ibu bertanya setengah protes. "Dari mana biayanya?".
Aku tersenyum.
"Aku yg menanggung seluruhnya bu.
Sejak muda ayah sudah bekerja keras mencari uang untukku.

Kini saatnya aku mencari uang untuk ayah.
Aku bisa! Aku bisa bu!".

Kepada dokter aku berbisik; "Tolong lakukan yg terbaik untuk ayahku dok, jangan pertimbangkan biaya", kataku. Dokter tersenyum.

Ketika ayah sudah di rumah dan aku pamit pulang, aku tidak menyalami, tetapi merangkul dengan erat untuk membayar keinginannya di stasiun dulu.
"Seringlah ayah menelponku, jangan hanya ibu", kataku.
Ibu mengedipkan mata sambil tersenyum.

Dalam perjalanan pulang, aku berfikir, berapa banyak anak yg tidak paham dengan ayahnya sendiri seperti aku.

Selama ini aku tidak paham betapa besar cinta ayah kepadaku.

Hari² berikutnya aku selalu berdoa

Namun kini dengan perasaan berbeda.
Terbayang ketika ayah bersujud pada hari pernikahanku sampai sajadahnya basah dengan air mata...betapa besar cinta kasih seorang ayah Tidaklah jauh berbeda dgn cinta kasih seorang ibu.

Semoga Allah masih memberikan waktu yg cukup, untuk aku bisa lbh lama lagi memijit kaki ayah, memeluk dan menumpahkan cintaku pada Ayah. Spt cintaku pada Ibu....aamiin..

Allah SWT berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 24)


Aamiin

Selasa, 29 Oktober 2019

Agar dicintai Allah



          AGAR DICINTAI ALLAH

(Fawaid Kajian Ust. Dr. Firanda, MA. | Masjid al-Fauzan Pontren as-Sunnah Bageknyaka Lotim | 27 Dzulhijjah 1440)

             

https://t.me/kristaliman

- Tiga rukun ibadah, yang harus ada saat kita beribadah:
1. al-Khouf: rasa takut kepada Allah
2. ar-Roja': rasa berharap kepada Allah
3. al-Mahabbah: rasa cinta kepada Allah

Pujian Allah kepada hamba-Nya yang mewujudkan al-Khouf dan ar-Roja' dalam ibadahnya;

إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ

 _"...Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami."_ -Sura Al-Anbiya', Ayah 90

Namun al-Mahabbah sering luput dari perhatian kita. Padahal jika diibaratkan burung (sebagaimana kata Ibnul Qayyim) al-Mahabbah adalah kepalanya, sementara al-Khouf dan ar-Roja' adalah kedua sayapnya. 

Ibnu Taimiyyah mengatakan;

المحبة هي المحركة

"Cinta (kepada Allah) adalah penggerak utama (ibadah)"

Di antara doa yang diperintahkan Nabi untuk dipelajari adalah;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةً فِي قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ، أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Doa ini mengandung permohonan cinta Allah. 

Musa rindu berbicara dengan Allah. Itulah sebabnya beliau bersegera datang mendahului kaumnya, agar Allah ridho. 

۞وَمَآ أَعۡجَلَكَ عَن قَوۡمِكَ يَٰمُوسَىٰ

“Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?” -Sura Ta-Ha, Ayah 83

-قَالَ هُمۡ أُوْلَآءِ عَلَىٰٓ أَثَرِي وَعَجِلۡتُ إِلَيۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ

Dia (Musa) berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau ridha (kepadaku).” -Sura Ta-Ha, Ayah 84

Setelah Musa bicara dengan Allah, Musa rindu ingin melihat Allah. 

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِي وَلَٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِيۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكّٗا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقٗاۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau...” -Sura Al-A'raf, Ayah 143.

Demikianlah kecintaan dan kerinduan Musa pada Allah. Itulah yang mendorongnya selalu taat dan mendekat kepada Allah. 

Adapun Rasullulah, beliau berdoa dan mengajarkan kita doa;

وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ 

_"... dan aku memohon kepada-Mu ya Allah, kelezatan memandang wajah-Mu, dan kerinduan bertemu dengan-Mu"_ (an-Nasai: 1305)

-Meraih cinta Allah, adalah impian para Nabi dan orang-orang Shalih. Para sahabat sangat ingin dicintai Allah. Sebagaimana kisah bendera pasukan Khaibar. Rasulullah akan memberikannya kepada seorang laki-laki yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Para sahabat heboh membicarakan siapakah laki-laki yang beruntung tersebut. Mereka semua berharap diberi bendera tersebut. Sampai-sampai 'Umar mengatakan; saya tidak pernah berhasrat pada kepemimpinan kecuali pada saat tersebut. Karena inginnya 'Umar mendapat predikat dicintai Allah dan mencintai Allah. 

-Seorang wanita, seorang ibu rumah tangga, dikirimi salam oleh Allah melalui Jibril. Dia-lah Khadijah istri Rasulullah. Ibu-ibu bisa mendapatkan cinta Allah, namun jangan angkat suara (membangkang) di hadapan suaminya (pada perkara yang makruf). Ibu rumah tangga biasa yang bertakwa, bisa meraih cinta Allah. 

-Buah dicintai Allah;

1. Allah akan bersama dengannya, dengan kebersamaan yang lebih khusus, dia akan dipelihara Allah dengan pemeliharaan-Nya yang sempurna, yang Maha Pengasih Maha Penyayang. 

2. Doanya akan mustajab

Dalilnya; hadits Wali yang diriwayatkan Abu Hurairah dalam Shahih al-Bukhari. 

-Orang yang dicintai Allah, masih mungkin diberi musibah. Bahkan jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka dengan musibah. 

-Bagaimana Agar Bisa Dicintai Allah? Ibnul Qayyim menyebutkan di antaranya;

#Pertama; belajar mencintai orang lain karena Allah. 

Seperti kisah seseorang yang menziarahi saudaranya. Dia datang menziarahi bukan karena dunia, bukan karena materi, tapi semata-mata karena dia mencintainya karena Allah. Lantas malaikat berkata kepadanya; 

فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

_"Sesungguhnya aku utusan Allah untuk mengabarkan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu"_ [Shahih Muslim: 2567]

Salah satu bukti mencintai saudara karena Allah adalah; berinfak dengan sesuatu yang kita cintai kepadanya. Allah berfirman;

لَن تَنَالُواْ ٱلۡبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٞ

_"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui."_ -Sura Aal-E-Imran, Ayah 92

Para Sahabat sangat antusias mengamalkan ayat ini:

وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا

_"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,"_ -Sura Al-Insan, Ayah 8.

# Kedua; bermunajat dan berduaan dengan Allah di ⅓ malam terakhir. Saat itu Allah turun ke langit di dunia. 

Rasul bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، يَقُولُ : مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟ ".

_"Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam di sepertiga malam yang terakhir. Allah berfirman; Mana (hamba) yang berdoa kepada-Ku? Aku akan kabulkan. Mana yang meminta kepada-Ku? Aku akan beri. Mana yang meminta ampun kepada-Ku? Aku akan ampuni."_ [al-Bukhari & Muslim]

Kita sudah terbiasa cari muka di hadapan manusia. Kapan cari muka di hadapan Allah? Bangun shalat di akhir malam adalah cara terbaik cari muka di hadapan Allah, agar Allah mencintai. 

#Ketiga; mengenal dan memahami Nama-Nama Allah yang Maha Indah dan Maha Sempurna. 

Pepatah mengatakan; tak kenal maka tak sayang. 

Di antara cara mencintai (dan dicintai) Allah adalah dengan membaca kalam-Nya (al-Quran). Melalui tilawah dan tadabbur kita bisa mengenal Allah, mengenal Nama-Nama dan Sifat-Nya. Namun ini butuh pemahaman, butuh belajar bahasa Arab, belajar tafsir. 

#Keempat; merenungkan nikmat-nikmat Allah kepada kita. 

Sebab kita cenderung mencintai orang yang banyak berbuat baik kepada kita. Maka bagaimana lagi dengan Allah, yang kebaikan-Nya dan kenikmatan-Nya tak terhingga? 

Terlalu banyak Allah memberi kita nikmat, padahal kita tidak pernah memintanya. Dengan mengingat-ingatnya, kita akan cinta kepada Allah. Kita pun semakin bertaqarrub kepada-Nya, sehingga Allah pun akan mencintai kita. 

#Kelima; mengamalkan sunnah Rasulullah, dan menjauhi bid'ah. 

Allah berfirman;
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. -Sura Aal-E-Imran, Ayah 31

Rasulullah bersabda; 

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، 

_Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai melebihi amalan wajib. Hamba-Ku tersebut terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, hingga Aku pun mencintainya._ (Al-Bukhari) 


____
Penulis : Abu Ziyan Johan Saputra Halim

Telegram: t.me/kristaliman
Web: alhujja

Jumat, 25 Oktober 2019


SULITNYA MASUK SURGA, MUDAHNYA MASUK NERAKA


Al-Imam Al-Bukhori rohimahulloh dan Al-Imam Muslim rohimahulloh, beliau berdua meriwayatkan sebuah hadits di dlm kitab Shohih-nya, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

حجبت الجنّة بالمكاره، و حجبت النار بالشهوات

_“Jannah (Surga) itu ditutupi (yakni dikelilingi) dengan perkara-perkara yang tidak mengenakkan (yakni tidak disenangi oleh nafsu manusia), sedangkan neraka itu ditutupi (dikelilingi) dengan perkara-perkara yang disenangi oleh nafsu syahwat manusia.”_

[ HR. Al Bukhari (5/2379) dan Muslim (4/2174) ].

CATATAN :

1. Yang dimaksud dengan AS-SYAHAWAT (berbagai macam kesenangan) di dlm hadits yg mulia ini, adalah : _berbagai macam kenikmatan duniawi yg menyenangkan, tetapi yg secara khusus kita dilarang secara khusus untuk melakukannya/menikmatinya._

Seperti : berzina, minum khomer (minuman keras), berjudi, mencuri/merampok, dan melakukan berbagai perbuatan dosa-dosa dan maksiat, yg pelakunya merasakan kenikmatan, kebahagiaan dan kepuasan karenanya, tetapi dgn cara yg haram.

Termasuk dalam perkara ini adalah berlebih-lebihan (boros) dlm hal-hal yg halal, karena dikuatirkan terjerumus dlm perkara yg haram.

2. Dan yg dimaksud dengan AL-MAKARIH (sesuatu yg tdk disukai oleh nafsu kita), adalah : hal-hal yg kita diperintahkan untuk menunaikannya, baik yg hukumnya wajib maupun sunnahnya, yg berupa ibadah dan ketaatan kepada Alloh ta'ala, serta menjauhi apa saja yg dilarangnya, baik yg bentuknya berupa ucapan maupun perbuatan.

Hal itu disebut *Al-Makarih* (sesuatu yg dibenci/tidak disukai), hal itu karena di dlm melakukan amalan ini, terdapat berbagai kesulitan, baik itu yg berupa : rasa berat, rasa lemah, rasa malas dan sebagainya.

3. Ditutupi, maksudnya adalah diliputi atau dikelilingi.

Maka siapa yg menyingkap atau menyibak atau membuka tutupnya, berarti dia akan masuk di dalamnya.

Yakni, siapa saja yg melakukan perbuatan-perbuatan tersebut di atas, dia akan terjerumus dan masuk di dalamnya, wallohul musta'an....

4. Faedah / Pelajaran penting yg bisa kita ambil dari hadits yg mulia ini, diantaranya adalah :

a. Bahwa Surga dan Neraka itu telah ada sekarang ini, karena keduanya adalah makhluk yg telah Alloh ciptakan.

Yg menunjukkan hal itu, karena Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam telah melihatnya (yakni ditampakkan oleh Alloh ta'ala kepada beliau), lalu beliau menceritakan kepada kita keadaan surga atau neraka itu begini dan begitu.

Hal ini menunjukkan, telah adanya Surga dan Neraka itu...

Dalil-dalil yg menunjukkan hal ini, sangatlah banyak, baik dari Al-Qur'an maupun dari As-Sunnah.

Dan keyakinan seperti ini, adalah termasuk salah satu prinsip keyakinan/aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Hal ini berbada dengan keyakinan sebagian Ahli Bid'ah, yg mereka meyakini belum adanya Surga dan Neraka itu.

b. Bahwa untuk bisa masuk ke dlm Surga atau Neraka itu, ada sebab-sebabnya.

c. Dan diantaranya sebab terjerumusnya seseorang ke dalam neraka, adalah karena mengikuti keinginan syahwatnya / hawa nafsunya.

Dan diantara penyebab terjerumusnya seseorang ke dlm Syahwat yg jelek, adalah karena tipu daya syaithon laknatulloh alaih, yg menghias-hiasi berbagai kemungkaran dan kejelekan, sebagai sesuatu yg indah dan menyenangkan, sehingga hawa nafsu manusia sangat ingin/condong kepadanya.

d. Dan diantara sebab seseorang itu masuk ke dalam  surga, adalah karena kesungguhan dan kesabarannya dlm melakukan amal2 sholih dan ketaatan kepada Alloh... tidak berpaling sedikit pun darinya !

e.  Bahwa terkadang, jiwa atau nafsu seseorang itu membenci sesuatu, padahal di dalamnya terdapat kebaikan yg banyak untuknya.

Sebaliknya, terkadang jiwa atau nafsu seseorang itu senang dan condong kepada sesuatu yg lain, padahal di dalamnya terdapat berbagai kejelekan dan kehinaan bagi dirinya !

Hal ini adalah sebagaimana yg dinyatakan oleh Alloh ta'ala dlm firman-Nya :

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

_" ...... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."_ [ QS AL-BAQOROH : 216 ]

f. Bahwa sebenarnya, untuk bisa masuk ke dalam neraka itu mudah !

Ya, hal itu jika kita benar-benar mengumbar atau membiarkan syahwat kita menuruti keinginan2 yg jelek.

Apakah itu bentuknya berupa melakukan kekufuran, kesyirikan, berbagai macam dosa dan kemaksiatan, malas melakukan amal2 ketaatan, dan sebagainya.

g. Sebaliknya, untuk bisa masuk ke dalam Surga itu adalah perkara yg sulit.

Hal itu karena butuh perjuangan, butuh kesungguhan dlm melakukan berbagai amal sholih dan ketaatan, serta istiqomah dan sabar di atasnya sampai akhir hayat !

Tetapi sesulit apapun, akan menjadi mudah bagi orang-orang yg dimudahkan oleh Alloh ta'ala.

g. Yang wajib untuk kita lakukan adalah : hendaknya kita bersungguh-, sungguh *mengendalikan nafsu / syahwat kita, dan menjauhkannya dari berbagai keinginan2 yg jelek.


Alloh ta'ala berfirman :

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

_"Dan aku (Yusuf) tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Robb-ku. Sesungguhnya Robb-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang."_ [ QS YUSUF : 53]

Disamping itu, karena nafsu atau syahwat kita itu seperti anak kecil/bayi yg masih menyusu, yg selalu ingin dituruti kemauannya, atau seperti perkataan seorang penyair :

والنفس راغبة إذا رغبتها ،

وإذا ترد إلى قليل تقنع

_"Nafsu itu selalu senang, apabila kamu menjadikannya senang (yakni menuruti kemauannya)._

_Tetapi apabila kamu mengarahkannya kepada yg sedikit, niscaya dia akan merasa puas..."_

_Wallohu a'lamu bis showab._

Semoga Alloh ta'ala menjadikan kita semua termasuk orang-orang yg dimudahkan untuk selalu beramal sholih sampai akhir hayat, dan dijadikan-Nya termasuk calon2 penghuni jannah-Nya.... Aamiin...

Semoga faedah yg sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya, barokallohu fiikum......

Salam Hijrah

Kamis, 24 Oktober 2019

Kisah Inspirasi





Kisah Seorang Wanita Berilmu Di Markiz Yaman


Beberapa tahun lalu ada seorang wanita Mustafidah (pengajar ilmu agama) di Darul Hadits Fiyuys, Yaman. Wanita ini sangat masyhuroh (terkenal) di Markiz akhwat di kalangan para pelajar wanita dan ibu2 di Markiz. Terkenal karena ilmu yg dia miliki dan tingginya himmah (perhatian) yang dia miliki terhadap ilmu agama, rajinnya dia dalam belajar dan mengajar.
Bahkan diceritakan bahwa dia sangat sibuk dengan ilmu, sibuk dengan kitab. Kadang akhwat2 lain lagi asik ngobrol atau blum ke masjid, dia sibuk di masjid dengan kitabnya membaca atau menulis.

Banyak dari kitab-kitab dan ceramah-ceramah Syaikh Abdurrahman Al-'Adeni rahimahullah (pendiri Markiz Darul Hadits Fiyuys) di-tafrigh (dipindahkan faedah2nya) dengan ditulis sendiri olehnya dengan rapi dikitabnya. Kitab2 yang telah dia tafrigh membuat para santri dan pengajar di Markiz merasa takjub. Betapa indah dan rapi tulisan yang penuh faedah itu, Masya Allah.

Karena karakter2nya yang terpuji itu, membuat para pelajar laki2 penasaran dan tertarik dengannya, diceritakan banyak dari thullabul ilmi dan Mustafiidiin (para pelajar dan pengajar ilmu agama) yang datang ke rumahnya, untuk melamarnya. Tapi semuanya di tolak oleh wanita itu. Bahkan setingkat Syekh sekalipun, diceritakan ada beberapa syaikh datang melamarnya, tapi tak satupun yang diterima, semuanya ditolak olehnya.
Disebutkan salah satu alasan penolakannya adalah, "Masih ingin sibuk dengan ilmu".
Alasan yang terlihat manis.

Akhirnya Allah taqdirkan dia menikah di umur sekitar 24 tahun, sedangkan adat orang-orang di Markiz, anak2 perempuan dinikahkan di umur 15 atau 16 atau 17 tahun dan paling lambat biasa nya 18 tahun. Dan juga dia menjadi pembukti benarnya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

[ ﺇﺫﺍ ﺃﺗﺎﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺧﻠﻘﻪ ﻭﺩﻳﻨﻪ ﻓﺰﻭﺟﻮﻩ، ﺇﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮﺍ ﺗﻜﻦ ﻓﺘﻨﺔ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻓﺴﺎﺩ ﻋﺮﻳﺾ . ]

"Apabila ada seorang lelaki yang kalian ridhoi akhlaq dan agamanya datang melamar putri kalian, maka nikahkanlah, jika tidak kalian lakukan, maka akan terjadi bencana di muka bumi dan kerusakan yang luas."

Akhirnya apakah yang terjadi selanjutnya..??
Allah taqdirkan dia menikah dengan orang awam yang bukan penuntut ilmu, setelah menikah kemudian dia jauh dari ilmu, bahkan sudah tidak nampak sosoknya di Markiz lagi. Lihatlah... bagaimana wanita yang menolak banyak penuntut ilmu, lelaki-lelaki yang diridhoi akhlaq dan agamanya yang datang melamarnya, dengan alasan "masih ingin sibuk dengan ilmu" akhirnya malah membuatnya jauh dari ilmu, jauh dari lingkungan ilmu, dari majelis ilmu.

Maka wahai para akhwat muslimat, berpikirlah 1000 kali jika ingin menolak lamaran seorang yang sudah diridhoi akhlaq dan agamanya,
apalagi seorang penuntut ilmu, Al-Imam Muqbil rahimahullah berkata: "Nikahkanlah putri-putri kalian dengan penuntut ilmu karena itu lebih baik dari dunia dan seisinya."

Jangan mudah beralasan "Saya masih terlalu muda untuk menikah" atau alasan2 yang tidak syar'i lainnya, jangan sampai apa yang dialami oleh wanita yang ada di kisah ini terjadi padamu juga, karena kisah ini hanyalah 1 dari banyaknya kisah yang membuktikan sabda Nabi diatas.


Semoga bermanfaat, barakallahu fikum.


By: Sufyan Abu 'Abdilfattaah Markiz Darul Hadits Fiyuys Yaman.

Rabu, 23 Oktober 2019

Cross Hijaber

 Cross Hijaber, Prilaku Menyimpang



_Abu Ubaidah As Sidawi_


Pakaian merupakan salah satu anugerah Allah, karena pakaian banyak sekali manfaatnya,  diantaranya:

1. Menutupi aurat
2. Melindungi diri dari panas dan dingin
3. Perhiasan

Namun, Islam mengatur dalam berpakaian agar tidak melenceng dari norma dan fithrah,  diantara aturan tersebut adalah tidak boleh berpakaian menyerupai pakaian ciri khas lawan jenis. Hal ini dilarang bahkan termasuk dosa besar serta pelakunya terancam dg laknat Allah.

 Dari Ibnu Abbas berkata:

لَعَنَ النَّبِيُّ الْمُخَنِّثِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَ الْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ

_Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria._
_[HR. Bukhari]_

Dalam masalah pakaian secara khusus,
Abu Hurairah berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَ الْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ

_Rasulullah (melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria._
_[HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad dengan sanad shahih]_

Hikmah dari larangan ini jelas yaitu mengeluarkan pelakunya dari karakter dan ciri khas asli yang diberikan oleh Allah. [Bahjah Nufus,  Ibnu Abi Jamrah 4/14]

Islam telah membedakan antara laki-laki dan perempuan, termasuk dalam hal pakaian,  maka tidak boleh bagi kaum lelaki memakai pakaian yang merupakan ciri khas kaum hawa.  Begitu pula sebaliknya,  tidak boleh kaum wanita berpakaian pakaian yang merupakan ciri khas pria, karena hal itu penyimpangan dari fithrah dan bukti kerusakan akal dan merupakam penyakit yang menjalar pada umat sekarang akibat ikut2 dengan gaya barat sehingga tidak ada bedanya antara pria dan wanita dalam pakaian, gaya berjalan dan bicara!  [Zinatul Marah Muslimah hlm. 45-46 oleh Syeikh Abdullah Al Fauzan]

Adapun patokan masalah ini adalah pada kebanyakan penggunaan dan ciri khas bukan kepada selera hawa nafsu, sebab jika patokannya selera hawa nafsu maka nanti lelaki boleh memakai krudung dan cadar serta perempuan boleh memakai kopyah dan sorban. Tentu saja hal itu bertentangan dengan nash dan ijma' (kesepakatan ulama).  [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah 22/146]

Syaikhuna Dr. Sami bin Muhammad As Shuqayyir menjelaskan bahwa masalah ini dapat dipetakan menjadi tiga keadaan:

1. Pakaian yang merupakan khas perempuan. Maka tidak boleh dipakai kaum lelaki, seperti kerudung,  cadar, dan sebagainya.
2. Pakaian yang merupakan khas lelaki.  Maka tidak boleh dipakai perempuan, seperti celana jeans, songkok nasional dan lain sebagainya.
3. Pakaian yang biasa dipakai keduanya, bukan ciri khas salah satu mereka, maka boleh dipakai keduanya,  seperti sandal jepit dan sebagainya.

Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum hawa masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya. Sehingga terkadang tak mampu dibedakan lagi mana yang pria dan mana yang wanita !!!.

Demikian pula, sungguh ironis orang pria tetapi berpakaian perempuan seperti para banci,  bahkan lebih parah lagi,  sekarang ada para penyusup yang dengan sengaja berkerudung dan bercadar lalu masuk ke majlis taklim untuk menodai citra hijab yang mulia dan membuat kerusakan kepada Islam.

Oleh karena itu kami nasehatkan kepada para akhwat saat di majlis taklim dan berkumpul sesama akhwat,  hendaknya membuka cadar mereka dengan tujuan:

1. Agar saling mengenal antar sesama
2. Agar ketahuan para penyusup yang ingin membuat kerusakan.

Semoga Allah menjaga kita semua dari segala fitnah.



WAG MT. An Nahl
_≈ Istiqomah, berilmu, dan beramal di atas sunnah ≈_

Salam Hijrah

Kisah legendaris pemuda yang terkenal di langit

"NAMANYA TIDAK TERKENAL DI BUMI TAPI TERKENAL DI LANGIT" (Kisah legendaris berbaktinya seorang anak kepada ibunya) Uwai...